Laporan Praktikum Sensor - Karakteristik Potensiometer Dan Aplikasinya Dalam Pengukuran Posisi Angular

gammafisblog.blogspot.com - kali ini saya akan berbagi artikel tentang "Laporan Praktikum Sensor - Karakteristik Potensiometer Dan Aplikasinya Dalam Pengukuran Posisi Angular". Semoga artikel ini dapat bermanfaat begi teman teman yang mengambil mata kuliah sensor. Mohon kiranya bagi teman teman yang membaca artikel ini Untuk memberikan komentar sekaligus keritik yang membangun agar artikel ini dapat menjadi lebih sempurna lagi. Amin.

Jangan Lupa Di like dan di share artikelnya. Karena berbagi itu indah. Terimakasih atas kunjungan teman teman, semoga menyenangkan.
Laporan Sensor

ACARA II
KARAKTERISTIK POTENSIOMETER DAN APLIKASINYA DALAM PENGUKURAN POSISI ANGULAR

A. PELAKSANAAN  PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
Menyelidiki karakteristik statik (yang mungkin) dari potensiometer sebagai salah satu model sensor.
2. Waktu Praktikum
Senin, 5 Juni 2017
3. Tempat Praktikum
Lantai II, Laboratorium Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram.

B. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
1. Alat-alat Praktikum
a. Set alat potensiometer beserta sudut putarnya
b. Breadboard
c. Penggaris
d. Busur derajat
e. Kabel multimeter
f. Kabel jumper
g. Multimeter

2. Bahan-bahan Praktikum
a. Potensiometer putar
b. Potensiometer geser

C. LANDASAN TEORI
Sebuah sensor sering didefinisikan sebagai suatu piranti yang mengirimkan dan meganggapi suatu sinyal atau respon. Dalam kenyataan sehari-hari proses pengiriman respons oleh alat indra manusia terhadap kondisi di lingkungan bukan lagi sesuatu yang aneh amun merupakan suatu rutinitas. Sinyal keluaran sensor tidak langsung berupa sinyal listrik, namun dapat melalui penggabungan beberapa transduser, jadi dapat didefinisikan bahwa transduser merupakan devais yang merespon suatu sinyal dan mengubahnya dalam bentuk suatu energy, misalnya panas menjadi gerak, kemudian dapat berubah lagi menjadi energy listrik (Mardiana,2014).

Ada berbagai macam variable resistor antara lain potensiometer, rheostat dan trimmer. Potensiometer dan rheostat pada dasarnya adalah sama tapi rheostat dipakai secara khusus pada listrik ac daya tinggi, sedangkan potensiometer biasanya dipakai untuk listrik dc daya rendah. Potensiometer dan rheostat dipakai untuk menetapkan frekwensi. Trimer adalah miniatur dari potensiometer yang kadang di seting yang biasanya dilengkapi dengan pin untuk dimasukkan ke dalam PCB. Trimer dipakai untuk rangkaian fine tuning yang biasanya ditaruh tersembunyi di dalam pembungkusnya (Budiharto, 2005).

Sensor potensiometer memiliki dua jenis yakni potensiometer putar dan potensiometer geser. Pada penelitian ini digunakan potensiomter putar untuk menentukan nilai muai panjang batang logam. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah perubahan panjang batang dan suhunya. Alat yang digunakan berupa potensiometer putar, multimeter digital, termometer batang dan batang uji Alumunium. Multimeter digunakan untuk mnegukur nilai resistansi dari potensiometer. Nilai potensiometer berubah sebab potensiometer berputar yang disebabkan oleh pemuaian batang logam uji. Pengukuran terjadi ketika batang itu berkesinambungan termal dengan uap air yang berada di dalam silinder berpenutup isolator ( Irwan, 2004 : 13).

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Disiapkan set alat potensiometer putar beserta sudut putarnya.
2. Ditentukan sudut putar  potensiometer putar dari sudut putar 0 drajat sampai 330 drajat dan dihubungkan dengan multimeter untuk diukur resistansinya.
3. Diputar potensiometer sesuai dengan sudut putar yang sudah ditentukan.
4. Diukur resistansi dari potensiometer hasil setiap perputaran.
5. Diulangi langkah 3-4 untuk putaran dari sudut putar 330 drajat sampai 0 drajat.
6. Diulangi langkah 3-5 untuk kedua kali.
7. Disiapkan set alat potensiometer geser.
8. Dipasang potensiometer geser di breadboard dan dihubungkan dengan kabel jumper.
9. Ditentukan besar pergesaran dari potensiometer geser dan dihubungkan dengan multimeter untuk diukur resistansinya.
10. Digeser potensiometer sebesar dengan jarak pergeseran yang sudah ditentukan.
11. Diukur nilai resistansi dari setiap hasil pergesaran dari jarak minimum sampai dengan maksimum.
12. Diukur nilai resistansi dari setiap hasil pergesaran dari jarak maksimum sampai dengan minimum.
13. Diulangi langkah 11-12 untuk kedua kali.
14. Dicatat hasil pengukuran untuk potensiometer putar dan potensiometer geser pada tabel hasil pengamatan.

E. HASIL PENGAMATAN
1. Potensiometer Putar
a. Data Hasil Pengamatan Pengaruh Resistasni (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Min-Max pada Potensiometer Putar.

Laporan Praktikum Sensor - Karakteristik Potensiometer Dan Aplikasinya Dalam Pengukuran Posisi Angular


b. Data Hasil Pengamatan Pengaruh Resistasni (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Max-Min pada Potensiometer Putar.

Laporan Praktikum Sensor - Karakteristik Potensiometer Dan Aplikasinya Dalam Pengukuran Posisi Angular


2. Potensiometer Geser
a. Data Hasil Pengamatan Pengaruh Resistansi(Ω) Terhadap Jarak (cm) digeser dari Min-Max pada Potensiometer Geser.

Laporan Praktikum Sensor - Karakteristik Potensiometer Dan Aplikasinya Dalam Pengukuran Posisi Angular


b. Data Hasil Pengamatan Pengaruh Resistansi(Ω) Terhadap Jarak (cm) digeser dari Max-Min pada Potensiometer Geser.

Laporan Praktikum Sensor - Karakteristik Potensiometer Dan Aplikasinya Dalam Pengukuran Posisi Angular


F. ANALISIS DATA
Data pada tabel hasil pengamatan dianalisis secara grafik Pengaruh Resistasni (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Min-Max dan dari Max-Min pada Potensiometer Putar dan Potensiometer Geser.
1. Potensiometer Putar
a. Analisis Pengaruh Resistasni (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Min-Max pada Potensiometer Putar.

Gambar 1. Pengaruh Resistansi (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Min-Max pada Potensiometer Putar.
Gambar 1. Pengaruh Resistansi (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Min-Max pada Potensiometer Putar.

b. Analisis Pengaruh Resistansi (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Max-Min pada Potensiometer Putar.

Gambar 2. Pengaruh Resistasni (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Max-Min pada Potensiometer Putar.
Gambar 2. Pengaruh Resistasni (R) Terhadap Simpangan Sudut (θ) diputar dari Max-Min pada Potensiometer Putar.


c. Analisis grafik Histerisis pada percobaan 1 dari potensiometer putar

Analisis grafik Histerisis pada percobaan 1 dari potensiometer putar
Gambar 3. Analisis grafik Histerisis pada percobaan 1 dari potensiometer putar

2. Potensiometer Geser
a. Analisis Pengaruh Resistansi(Ω) Terhadap Jarak (cm) digeser dari Min-Max pada Potensiometer Geser.

Gambar 4. Pengaruh Resistansi(Ω) Terhadap Jarak (cm) digeser dari Min-Max pada Potensiometer Geser.
Gambar 4. Pengaruh Resistansi(Ω) Terhadap Jarak (cm) digeser dari Min-Max pada Potensiometer Geser.

b. Analisis Pengaruh Resistansi(Ω) Terhadap Jarak (cm) digeser dari Max-Min pada Potensiometer Geser.

Gambar 5. Pengaruh Resistansi(Ω) Terhadap Jarak (cm) digeser dari Max-Min pada Potensiometer Geser.
Gambar 5. Pengaruh Resistansi(Ω) Terhadap Jarak (cm) digeser dari Max-Min pada Potensiometer Geser.

c. Grafik Histerisis Potensiometer Geser

Gambar 6. Analisis Grafik Histerisis Potensiometer Geser
Gambar 6. Analisis Grafik Histerisis Potensiometer Geser

G. PEMBAHASAN
Praktikum kali ini yaitu karakteristik potensiometer dan aplikasinya dalam pengukuran posisi angular memiliki tujuan untuk menyelidiki karakteristik statik (yang mungkin) dari potensiometer sebagai salah satu model sensor dan menggunakan potesnsiometer untuk mengukur sudut. Pada percobaan ini digukan dua jenis potensiometer yakni potensiometer putar dan potensiometer geser. Pada potensiometer putar maupun potensiomter geser sama-sama memiliki output resistansi tetapi prinsip kerja dari kedua potensiometer tersebut berbeda. Untuk potensiometer putar akan mengalami perubahan nilai resistansi jika diberi putaran dan potensiometer geser  mengalami perubahan nilai resistansi jika diberi geseran. Pada praktikum kali ini dilakukan dua kali percobaan yakni untuk potensiometer putar dan potensiometer geser.

Percobaan pertama yaitu untuk potensiometer putar dengan cara diputar kaki potensiometer dengan besar putaran disesuaikan sudut putar yang sudah ditentukan. Hasil pengukuran yang tertera pada tabel hasil pengamatan dibentuk menjadi grafik dan diperoleh fungsi linear dengan nilai linearitas sebesar dengan kemiringannya, karena kemiringan grafik menunjukkan nilai linearitasnya. Untuk nilai linearitas percobaan yang diputar dari keadaan Min-Max didapatkan nilai linearitas untuk perlakuan pertama didapatkan linearitas sebesar 0,0751 dan perlakuan kedua didapatkan linearitas 0,075. Nilai sensitivitas merupakan gradien dari grafik linearitas tersebut dan didapatkan nilai  sensitivitas untuk perlakuan pertama 0,0751 0/kΩ dan untuk perlakuan kedua didapatkan sebesar 0,075 0/kΩ. Pada percobaan yang diputar dari keadaan Max-Min didapatkan nilai linearitas untuk perlakuan pertama 0,0752 dan perlakuan kedua 0,0741. Nilai sensitivitasnya juga diperoleh dari hasil analisis grafik dan didapatkan nilainya pada perlakuan pertama sebesar 0,0752 0/kΩ dan untuk perlakuan kedua didapatkan nilai sensitivitas 0,0741 0/kΩ. Didapatkan nilai hysterisis sebesar 0,934 0 untuk perlakuan pertama dan 0,926 0 untuk perlakuan kedua.

Pada percobaan kedua untuk potensiometer geser dengan perlakuan digeser potensiometer untuk mengetahui nilai resistivitasnya dari besar pergeseran potensiometer. Pada percobaan ini dilakukan dua kali perlakuan yakni pergeseran dari nilai Min ke Max dan dari Max ke Min. Pada perlakuan Min ke Max didapatkan nilai linearitas 0,3964 dan untuk Max ke Min didapatkan linearitas 0,3947. Nilai sensitivitas merupakan kemiringan atau gradien dari grafik sehingga didapatkan sensitivitas 0,3964 cm/kΩ dan untuk Min ke Max sensitivitasnya 0,3947 cm/kΩ. Nilai hysterisis untuk percobaan kali ini didapatkan sebesar 0,2705 cm.

H. PENUTUP
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa. Karakteristik statik (yang mungkin) pada potensiometer antara lain linearitas, sensitivitas dan hysterisis. Nilai linearitas pada potensiometer putar untuk Min-Max bernilai 0,0751 dengan nilai sensitivitas 0,0751 0/kΩ untuk perlakuan pertama dan 0,075 dan sensitivitas 0,075 0/kΩ untuk perlakuan kedua. Sedangkan untuk Max-min 0,0752 dan nilai sensitivitasnya 0,0752 0/kΩ untuk perlakuan pertama dan perlakuan kedua memiliki linearitas 0,0741 dan sensitivitasnya 0,0741 0/kΩ. Nilai hysterisisnya 0,934 0 untuk perlakuan pertama dan 0,926 0 untuk kedua. Sedangkan potensiometer geser memiliki nilai linearitas 0,3964 Min ke Max dengan sensitivitas 0,3964 cm/kΩ dan 0,3947 Max ke Min dengan sensitivitas 0,3947 cm/kΩ dan didapatkan hysterisis 0,2705 cm.

2. Saran
Diharapkan praktikan agar lebih hati-hati pada saat melaksanakan praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Budiharto, Widodo dan Firmansyah, Sigit. 2005. Elektronika Digital dan Mikroprosesor. Andi. Yogyakarta.

Irwan, dkk. 2004. Penggunaan Potensiometer Sebagai Transduser untuk Menentukan Muai Panjang Batang Logam.Yogyakarta : UGM.

Mardiana, Laili. 2014. Buku Ajar Sistem Sensor dan Transduser. Mataram : Universitas Mataram.


Laporan Praktikum Sensor - Karakteristik Potensiometer Dan Aplikasinya Dalam Pengukuran Posisi Angular
karakteristik statik sensor Potensiometer.
Karakteristik Potensiometer Dan Aplikasinya
Laporan Praktikum Sensor.
laporan Praktikum Sensor Potensiometer.
laporan karakteristik statik sensor Potensiometer.
landasan teori karakteristik statik sensor Potensiometer.
sensor Potensiometer

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel