Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL

gammafisblog.blogspot.com - kali ini saya akan berbagi artikel tentang "Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL". Semoga artikel ini dapat bermanfaat begi teman teman yang mengambil mata kuliah elektronika dasar 2. Mohon kiranya bagi teman teman yang membaca artikel ini Untuk memberikan komentar sekaligus keritik yang membangun agar artikel ini dapat menjadi lebih sempurna lagi. Amin...

Jangan Lupa Di like dan di share artikelnya. Karena berbagi itu indah. Terimakasih atas kunjungan teman teman, semoga menyenangkan.
Laporan Elektronika Dasar 2

ACARA I
DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL


ABSTRAK
Op-Amp merupakan rangkaian penguat oprasional yang mampu mendeteksi memperkuat sinyal DC maupun AC dengan penguatan mendekati ideal.pengukuran tegangan offset masukan op-amp 741 sebesar nol volt, hal ini sesuai dengan teori , dengan tegangan offset masukan akan bernialai nol volt, sedangkan menentukan CMRR  IC op-amp 741 diperoleh sebesar 0,000014 dan haltersebut dimungkinkan karena kurangnya ketelitian praktikan.
 
A. PELAKSANAAN  PRAKTIKUM
1. Tujuan Praktikum
   a. Menghitung Tegangan Offset Masukan Op-Amp 741
   b. Mengukur CMRR Op-Amp

2. Waktu Praktkum   
   Jum’at, 2 Mei 2014

3. Tempat Praktikum
Laboratorium Fisika Dasar, Lantai II FMIPA  Universitas Mataram

B. LANDASAN  TEORI
Op-Amp merupakan rangkaian penguat oprasional yang mampu mendeteksi serta memperkuat sinyal baik DC maupun AC dengan penguatan yang mendekati ideal. Rangkaian ini dibangun atas elemen-elemen transistor, resistor dan kapasistor Op-Amp memerlukan catu daya yang positif dan negatif. Penguat oprasional ini adalah salah satu jenis penguat elektronika dengan sumbatan arus sejarah yang memilikin faktor penguatan sangat besar dengan dua  masukan, dan satu keluaran (David, 1981:57).

Op-Amp dasarnya penguat diferensial dan mestinya tegangan input yang dikuatkan hanyalah selisih tegangan antarainput V1 (non-inverting) dengan input V2 (inverting) untuk menekan penguat tegangan ini (common mode) sekecil-kecilnya. Op-Amp yang paling sering digunakan adalah 741 dengan kaki-kakinya, CMRR didefinisikan bangun persamaan CMRR=ADM/ACM yang dinyatakan dengan satuan db jika CMRR semakin besar maka Op-Amp dapat menekan penguatan signal yang tidak diingikan sekecil-kecilnya (Prasetyo,2005:101).

Op-Amp memilliki Vo (offset) sama dengan nol. Masalah yang lain timbul, yakni selalu terjadi arus-arus bias. Arus ini akan mengakibatkan timbulnya Vo (offset), bila satu masukan diberikan hambatan, untuk menghilangjkanya, maka kedua masukan diberi hambatan yang bernilai sama, seperti gambar di bawah ini :

Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL

Arus baris dari masing-masing transistor masukan tidak akan sama, mengingat harga βnya besarnya berbeda. Hal  ini mengakibatkan timbulnya arus offset masukan (selisih arus basis) (Wahyudi,2014:66).

C. ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM
   1. Alat-alat Praktikum
      a. Multimeter digital
      b. Signal generator
      c. Kabel penghubung
      d. Papan rangkaian
      e. Jumper
     
   2. Bahan-bahan Praktikum
      a. Resistor 100 Ω
      b. Resistor  1 MΩ
      c. IC Op-Amp 741

D. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Menentukan Tegangan Offset Masukan Op-Amp 741
   a. Dibuat rangkaian seperti gambar dibawah ini:
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL
   b. Diukur teganagn output rangakaian dengan menggunakan voltmeter ac digital.
   c. Dihitung penguatan teganagn lingkar tutup.
   d. Dihitung teganagan offset masukan.
  
2. Menentukan CMRR IC Op-Amp 741
    a. Dibuat rangkaian seperti gambar di bawah ini :
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL
Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL
    b. Disetel frekuensi signal generator antara 60-100 hz
    c. Dengan volt ac digital. Diukur teganagn masukan Vin dan disetel paling tidak bernilai 2 volt(rms) yang disebut tegangan modus bersama (Vincm).
    d. Diukur tegangan keluaran vout dengan menggunakan voltmeter ac digital (modus bersama.
    e. Dihitung penguatan modus bersama
    f. Dihitung penguatan diffrensialnya
    g. Dihitung CMRR

E. HASIL PENGAMATAN
1. Menentukan Tegangan Offset Masukan Op-Amp 741
   Vout = 0 volt
   R2 = 1 MΩ
   R3 = 100Ω

2. Menentukan CMRR IC Op-Amp 741
   Vincm = 2,04 volt
   Voutcm = 0,03 volt
   R1 = 100Ω
   R2 = 100Ω
   R3 = 100Ω
   R4 = 100Ω

F. ANALISIS DATA
1. Menentukan Tegangan Offset Masukan Op-Amp 741
   Vout = 0 volt
   Acl  =( R2)/R1
        = (1000 kΩ)/100kΩ
        = 10 x
       
   Voffset masukan     = Vout/Acl
                    =  0volt/10
                    = 0 volt

2. Menentukan CMRR IC Op-Amp 741
   Vin (CM) = 2,04 volt
   Vout (CM)= 0,03 volt
  
   Av(CM) = (Vout cm)/(vin cm)
          =  0,03volt/(2,04 volt)
          =  0,014 x
         
   Penguat differensial
   Adiff = ( R2)/R1
         = 100000Ω/100kΩ
         = 1000 x
       
   CMRR =( ACM)/Adiff
        = (0,014 x)/1000x
        = 0,000014
       
   CMRR dalam desible
   CMRR(db) = 20 log CMRR
            = 20 log 0,000014
            = -97,07 db

G. PEMBAHASAN
Op-Amp merupakan rangkainan oprasional yang mampu memperkuat sinyal balik dc maupun ac dengan penguatan yang mendekati ideal. Dalam praktikum kali ini yakni dasar-dasar penguatan oprasional dengan tujuan, pertama mengukur tegangan offset masukan op-amp 741. Dalam percobaan pertama praktikan memperoleh tengangan keluaran sebesar 0 V dengan Acl 10. Dengna demikan tegangan offset masukannnya menghasilkan 0 volt hal inin dikarenakan pemasangan resisitor pada masukan dan kedua masukan tersebut digrounkan sehingga mengakibatkan nilai offsetnya bernilai 0.

Kemudian untuk percobaan kedua yaitu menentukan CMRR IC Op-Amp n741 dengan menyetel frekuensi pada 60 – 100 hz sehingga menghasilkan Vin cm sebesar 2,04 volt. Tegangan keluaran dengan menggunakan voltmeter ac digital sebesar 0,03 volt.

Berdasarkan data yang didapat pada percobaan dua , praktikan dapat menentukan penguat modus bersama (Acm) . vout berbanding terbalik dengan vin sehingga didapat 0,014 x, penguat differensialnya sekitar 1000x. Sehingga kita dapat menghitung CMRR dengan menggunkan persamaan Acm/Adiff maka diperoleh nilai sebesar 14x 10-5 sedangkan dalam db didapat sebesar -97,07db. Yang seharusnya berniali 90 db.

H. KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapat beberapa kesimpulan yakni sebagai berikut :
a. Tegangan offset masukan Op-Amp 741 sebesar 0 volt hal tersebut sesuai dengan teori.
b. Pengukuran CMRR didapat sebesar -97,07 db, yang seharusn ya bernilai 90 db.

   

DAFTAR PUSTAKA

David,Hinginbotan.1981.Dasar Dasar Elektronika . Jakarta : Erlangga.
Prasetyo , Pamidih .2005. Eksperimen Fisika Elektronik. Jakarta: Erlangga.
Wahyudi.2014 .Elektonika Dasar II. Martaram: FKIP Unram Press


Laporan Praktikum Elektronika Dasar 2 - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL
DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL.
laporan elektronika dasar 2.
laporan DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL.
landasan teori DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL.
ACARA I - DASAR-DASAR PENGUAT OPRASIONAL

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel