Pembahasan Soal USBN Fisika SMA Lengkap Dengan Konsep Dan Caranya

Gammafisblog.com - Pembahasan Soal USBN Fisika SMA Lengkap Dengan Konsep Dan Caranya. Pada kesempatan kali ini kami akan kembali mengupdate artikel tentang pendidikan, yaitu membahas mengenai soal fisika USBN.

Untuk soal yang dibahas pada kesempatan kali ini adalah soal fisika USBN tahun 2018. Disini saya akan membagi artikel ini menjadi part per part, jadi untuk part 1 kali ini kami akan membahas soal fisika usbn dari nomor 1 sampai dengan 5. Jadi, untuk setiap part akan kami bahas 5 soal.

Kami tidak dapat mengupload pembahasan soal fisika usbn 2018 ini secara menyeluruh, hal ini dikarenakan kami harus mengetik rumus dan angka dalam menulis dan menjawab soal. Serta saya juga sedikit mengalami kendala ketika menemukan soal yang mengharuskan menggambar. Jadi, mohon maaf jika soalnya hanya dibahas 5 soal per part.

Baca Juga : Contoh Soal dan Pembahasan Gerak Lurus Beraturan (GLB) Beserta Konsepnya

Jika anda menyukai dengan cara saya membahas maka anda bisa menulis di kolom komentar, agar saya bisa pastikan bahwa pembaca suka. Dengan anda menyukai apa yang saya bahas maka saya akan lebih semangat lagi dalam menjawab soal-soal fisika.

Jika anda memiliki soal fisika usbn tahun 2019 atau tahun lainnya dan anda ingin saya membahasnya maka anda bisa kirim file soal tersebut melalui kontak email pada menu bagian atas. Dengan begitu maka saya akan berusaha untuk membahas soal tersebut dan mengupdate-nya melalui blog ini.
Pembahsan Soal USBN Fisika SMA

Untuk tidak memperpanjang kata mari langsung saja kita membahas soal fisika usbn 2018. Simak pembahasan lengkapnya dibawah ini:

Pembahasan Soal USBN Fisika SMA Lengkap Dengan Konsep Dan Caranya


Nomor 1 : Soal Fisika USBN SMA

Hasil yang diperoleh dari pengukuran diameter sebuah silinder logam dengan menggunakan mikrometer sekrup sebesar 2,78 mm. Gambar yang sesuai dengan hasil pengukuran tersebut adalah

Pembahasan Soal USBN Fisika

Solusi : Jawabannya (B)

Untuk menjawab soal mikrometer sekrup maka yang perlu kita perhatikan adalah sekala utama dan sekala putar. Pada sekala utama ada 2 garis yang harus diperhatikan, yaitu garis bagian atas dan garis bagian bawah. Untuk garis bagian atas sudah diberikan nilai (angka pengukuran) sedangkan garis bagian bawah tidak. Nah, untuk nilai garis bagian bawah adalah +0.5 mm. Jadi, ketika garis bagian bawah tampak maka kita harus menambahkan +0.5 mm.

Baca Juga : 10 Contoh Soal Mikrometer Sekrup Lengkap dengan Pembahasannya

Nilai sekala putar (sekala nonius) adalah nilai yang sejajar dengan garis horizontal pada sekala utama. Pada gambar dibawah ini garis yang sejajar dengan garis horizontal sekala utama adalah 28, maka nila sekala putar adalah 28 x 0.01 mm = 0.28 mm.


Untuk nilai pengukuran 2,78 dapat dibentuk dari 2,5 mm + 0.28 mm. Gambar diatas adalah ilustrasi dari hasil pengukuran benda yang memiliki panjang 2,78 mm.

Skala Utama = 2 + 0.5 = 2.5 mm
Sekala Putar = 28 x 0.01 mm = 0.28 mm

Hasil pengukuran = Sekala Utama + Sekala Putar = 2,5 mm + 0,28 mm = 2,78 mm. Jadi, gambar yang sesuai dengan hasil pengukuran adalah gambar B.

Nomor 2 : Soal Fisika USBN SMA

Dari kelompok besaran dibawah ini, yang merupakan kelompok besaran pokok yaitu:
A. Panjang, Waktu, Daya, Massa
B. Luas, Jumlah Zat, Kuat Arus Listrik
C. Jumlah Zat, Kuat Arus Listrik, Massa
D. Massa, Tekanan, Jumlah Zat
E. Kuat Arus Listrik, tegangan, Kecepatan

Solusi : Jawabannya (C)

Soal Fisika USBN SMA - Desaran Pokok dan Turunan


Nomor 3 : Soal Fisika USBN SMA

Perhatikan Gambar Gaya-gaya berikut ini

Soal Fisika USBN SMA - Resultan Gaya

Resultan gaya tersebut adalah

Solusi :

Untuk menghitung resultan gaya yang membentuk sudut maka kita dapat menggunakan konsep trigonometri dari hubungan sin cos dan tan.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memberikan nama-nama dari gaya tersebut, misalkan gaya F1, F2 dan F3. Kemudian membagi gaya menjadi komponen-komponen gaya yang mengarah pada sumbu x dan y. Perhatikan gambar dibawah ini.

Komponen Gaya

Jika kita perhatikan gambar di atas, maka gaya F1 hanya pengarah ke sumbu -x saja. Gaya F2 mengarah ke sumbu x dan y positif. Sedangkan gaya F3 mengarah ke sumbu +x dan -y. Dengan menggunakan konsep trigonometri maka kita peroleh :

Komponen Gaya F1

F1 = 3 (-i) = -3i

Catatan : Tanda min (-i) menandakan bahwa arah gaya adalah kearah sumbu -x.

Komponen Gaya F2

Komponen Vektor Gaya

Komponen Gaya F3

Komponen Vektor Gaya xy

Catatan : Tanda min (-j) menunjukkan bahwa arah dari gaya tersebut adalah mengarah ke sumbu y negatif.

Maka resultan dari gaya-gaya tersebut adalah kita menjumlahkan ketiga gaya berdasarkan komponen. Komponen yang mengarah ke sumbu x dengan indeks "i" dan komponen yang mengarah ke sumbu y dengan indeks "j".

Rselutan Ketiga Gaya

Besar Resultan Gaya

Jadi, besar resultan ke tiga gaya tersebut adalah 3 N.

Nomor 4 : Soal Fisika USBN SMA

Sebuah bola dilontarkan dari atas bukit seperti gambar berikut ini dengan kecepatan awal v0 dalam arah sejajar dengan bidang datar sehingga bola bergerak dan membentuk lintasan parabola.

Pembahasan Soal USBN Fisika - Gerak Parabola

Jika g = 10 m/s^2, maka dari pernyataan-pernyataan berikut
(1) Waktu yang diperlukan untuk sampai ke bawah tanah 2 sekon
(2) Jarak maksimum yang ditempuh 10 m
(3) setelah 1 s ketinggian bola 5 m dari tanah
(4) Kecepatan bola saat sampai di tanah 10 akar 2 m/s

Pernyataan yang benar tentang gerak parabola tersebut adalah nomor
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (3)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)
E. (3) dan (4)

Solusi : Jawabannya (C)

Diketahui :

Bola dilontarkan secara mendatar, maka ╬Ş = 0 derajat.
Ketinggian awal benda (y_0) = 10 m
Jarak mendatar bola saat tiba di tanah adalah x
percepatan gravitasi (g) = 10 m/s^2

Ditanya :

(1) Apak benar atau salah bahwa : Waktu yang diperlukan untuk sampai ke bawah tanah 2 sekon ?

Karena gerak parabola pada arah sumbu y adalah gerak GLBB maka kita gunakan rumus GLBB untuk gerak parabola tersebut.

Rumus Gerak Parabola (GLBB)

Karena awal benda hanya mengarah ke sumbu x (mengarah sejajar dengan bidang datar) maka artikelnya kecepatan awal kearah sumbu V0y = 0 maka kita peroleh :

Soal Fisika USBN SMA - Gerak Parabola

Jadi, pernyataan nomor (1) adalah salah.

(2) Apakah benar atau salah : Jarak maksimum yang ditempuh 10 m ?

Gerak parabola pada arah sumbu x adalah gerak lurus beraturan (GLB), karena kecepatan pada sumbu x adalah konstan. Maka rumus GLB untuk gerak parabola arah sumbu x adalah

Pembahasan Soal USBN Fisika - Gerak Parabola Arah X

Jadi, pernyataan nomor (2) adalah benar, yaitu jarak maksimum bola adalah 10 m.

(3) Apakah benar atau salah bahwa : setelah 1 s ketinggian bola 5 m dari tanah

Pembahasan Soal USBN Fisika 2018

Jadi, pernyataan nomor (3) adalah benar, yaitu setelah 1 s ketinggian bola adalah 5 m.

(4) Apakah benar atau salah bahwa : Kecepatan bola saat sampai di tanah 10 akar 2 m/s

Untuk mengetahui kecepatan bola saat sampai pada tanah, maka kita harus menghitung besarnya kecepatan bola per-komponen. Yaitu menghitung besar kecepatan kearah sumbu x dan kearah sumbu y. Setelah itu kita menghitung resultan kecepatan benda secara vektor.

Kecepatan Kearah Sumbu X (GLB)

Pembahasan Soal USBN Fisika - GLB

Kecepatan Kearah Sumbu Y (GLBB)

Pembahasan Soal USBN Fisika - GLBB

Maka Besar Kecepatan Saat Mencapai Tanah Adalah :

Besar Kecepatan
Jadi, Pernyataan nomor (4) adalah salah, karena kecepatan benda saat mencapai tanah adalah 5 akar 10 m/s.

Maka jawaban yang benar adalah pernyataan nomor (2) dan (3)

Nomor 4 : Soal Fisika USBN SMA

Perhatikan Gambar di Bawah ini!

Soal Fisika USBN SMA - Gerak Roda-Roda

Jari-jari roda A, B dan C masing-masing adalah 40 cm, 10 cm dan 30 cm. Jika roda A berputar dengan kecepatan sudut 20 rad/s maka kecepatan roda C adalah

A. 30 m/s
B. 28 m/s
C. 24 m/s
D. 20 m/s
E. 16 m/s

Solusi : Jawabannya C.

Diketahui :

Ra = 40 cm = 0.4 m
Rb = 10 cm = 0.1 m
Rc = 30 cm = 0.3 m
Kecepatan Sudut Roda A = 20 rad/s

Ditanya : Kecepatan Roda C = ...?

Untuk mendapatkan kecepatan roda C maka kita harus mengetahui kecepatan roda B terlebih dahulu. Untuk mendapatkan kecepatan roda B maka kita bisa mencarinya dengan melihat hubungannya terhadap roda A. Dapat dilihat bahwa roda A dan B dihubungkan dengan tali maka kecepatan roda A sama dengan kecepatan roda B :

Baca Juga : Contoh Soal Hubungan Roda-Roda pada Gerak Melingkar dan Pembahasannya

Roda A dan B di Hubungan Dengan Tali

Hubungan Roda-Roda

Roda B dan C Terhubung Sepusat Atau Seporos Maka

Roda terhubung sepusat atau seporos

Jadi, kecepatan roda C adalah 24 m/s.

Itulah artikel tentang Pembahasan Soal USBN Fisika SMA Lengkap Dengan Konsep Dan Caranya. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk anda. Semoga dengan artikel ini dapat memberikan anda motivasi untuk terus semangat dalam belajar. Jangan lupa follow blog ini dan share artikel-artikelnya. Blog ini akan sering membahas soal fisika secara lengkap dengan cara dan konsep. Maka dari itu dukung terus kami untuk memberikan banyak manfaat kepada pembaca. Dukung kami dengan cara follow dan memberikan masukkan melalui kolom komentar.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel